UMKM Kampung Sirih Dilatih Kenalkan Produk di Media Sosial

 Dosen USM Ajari UMKM Kampung Sirih Strategi Twitter Marketing


Pandemi Covid 19 yang belum usai membuat pelaku UMKM harus lebih pandai dalam menyiasati penjualan produk mereka. Digital Marketing sebagai solusi tidak dapat dihindari sebagai bagian dari promosi dan penjualan. Namun persoalan muncul, bagaimana untuk lebih mudah dalam mengenalkan produk UMKM di media sosial.


Hal itu yang menjadi tujuan Program Studi Sistem Informasi Universitas Semarang menyelenggarakan pelatihan pada pelaku UMKM Kampung Sirih Kel. Wonodri dengan tema Pelatihan Strategi Twitter Marketing Sebagai Media Promosi Bisnis Pada Pelaku UMKM.


Sebelumnya, UMKM Kampung Sirih Kelurahan Wonodri Kota Semarang sudah memanfaatkan beberapa aplikasi digital marketing untuk lebih mengenalkan produk olahan daun sirih.


Tim pelatihan, Agusta Pinem, B.Very Christioko dan Victor Gayuh mengaku membekali penggunaan sosial media yang sederhana yang bisa langsung di manfaatkan untuk promosi melalui Twitter Marketing. Aplikasi ini selain bersifat gratis dan banyak digunakan oleh masyarakat umum untuk personal branding.


Sebanyak 15 peserta pelaku UMKM Kampung Sirih Kel. Wonodri diajarkan bagaimana memanfaatkan fitur pada Twitter sebagai strategi marketing produk olahan daun sirih. Disamping itu pelatihan yang dibimbing langsung oleh Praktisi Pemasaran, Edi Nurwahyu Julianto juga memberikan contoh pemanfaatan fitur bio, hastag, trending, retweet, who to follow.


Fitur pada Twitter memungkinkan pelaku bisnis untuk ngobrol dengan followers, mendengar kritik/saran langsung dari customers, mengikuti berita terbaru yang mungkin akan diperlukan untuk kebutuhan bisnis serta yang paling berbeda dengan sosial media yang lain adalah kita dapat jump into conversation dengan orang yang telah memiliki banyak follower tanpa khawatir dianggap aneh.


"Twitter lebih memiliki jangkauan yang luas daripada sosial media yang lain, terutamanya adalah dapat nimbrung obrolan pada tweet public figure dan dapat melakukan retweet dengan menambahkan promosi namun tanpa dianggap aneh oleh pengguna lain" ujar Edi Nurwahyu.


Pelatihan ini diselenggarakan sebagai bentuk pengabdian dosen kepada masyarakat melalui implementasi keilmuan yang diajarkan di perguruan tinggi.




https://www.suaramerdeka.com/news/ekonomi-dan-bisnis/259874-umkm-kampung-sirih-dilatih-kenalkan-produk-di-media-sosialUMKM Kampung Sirih Dilatih Kenalkan Produk di Media Sosial



Pandemi Covid 19 yang belum usai membuat pelaku UMKM harus lebih pandai dalam menyiasati penjualan produk mereka. Digital Marketing sebagai solusi tidak dapat dihindari sebagai bagian dari promosi dan penjualan. Namun persoalan muncul, bagaimana untuk lebih mudah dalam mengenalkan produk UMKM di media sosial.


Hal itu yang menjadi tujuan Program Studi Sistem Informasi Universitas Semarang menyelenggarakan pelatihan pada pelaku UMKM Kampung Sirih Kel. Wonodri dengan tema Pelatihan Strategi Twitter Marketing Sebagai Media Promosi Bisnis Pada Pelaku UMKM.


Sebelumnya, UMKM Kampung Sirih Kelurahan Wonodri Kota Semarang sudah memanfaatkan beberapa aplikasi digital marketing untuk lebih mengenalkan produk olahan daun sirih.


Tim pelatihan, Agusta Pinem, B.Very Christioko dan Victor Gayuh mengaku membekali penggunaan sosial media yang sederhana yang bisa langsung di manfaatkan untuk promosi melalui Twitter Marketing. Aplikasi ini selain bersifat gratis dan banyak digunakan oleh masyarakat umum untuk personal branding.


Sebanyak 15 peserta pelaku UMKM Kampung Sirih Kel. Wonodri diajarkan bagaimana memanfaatkan fitur pada Twitter sebagai strategi marketing produk olahan daun sirih. Disamping itu pelatihan yang dibimbing langsung oleh Praktisi Pemasaran, Edi Nurwahyu Julianto juga memberikan contoh pemanfaatan fitur bio, hastag, trending, retweet, who to follow.


Fitur pada Twitter memungkinkan pelaku bisnis untuk ngobrol dengan followers, mendengar kritik/saran langsung dari customers, mengikuti berita terbaru yang mungkin akan diperlukan untuk kebutuhan bisnis serta yang paling berbeda dengan sosial media yang lain adalah kita dapat jump into conversation dengan orang yang telah memiliki banyak follower tanpa khawatir dianggap aneh.


"Twitter lebih memiliki jangkauan yang luas daripada sosial media yang lain, terutamanya adalah dapat nimbrung obrolan pada tweet public figure dan dapat melakukan retweet dengan menambahkan promosi namun tanpa dianggap aneh oleh pengguna lain" ujar Edi Nurwahyu.


Pelatihan ini diselenggarakan sebagai bentuk pengabdian dosen kepada masyarakat melalui implementasi keilmuan yang diajarkan di perguruan tinggi.




https://www.suaramerdeka.com/news/ekonomi-dan-bisnis/259874-umkm-kampung-sirih-dilatih-kenalkan-produk-di-media-sosial



Popular Posts