Optimalisasi Konten Marketing dan Strategi Pemasaran Melalui Sosial Media pada Produk Thrift di Desa Balung Lor
| Dokpri |
Jarak desa Balung Lor dari pusat kota terbilang jauh, yaitu sekitar 25 Km. Desa Balung Lor sendiri terbagi menjadi 4 dusun, yaitu dusun Karang Anyar, dusun Krajan, dusun Kebonsari, dan dusun Wetan Kali. Desa Balung Lor memiliki jumlah RW sebanyak 13 dan jumlah RT sebanyak 61.
Potensi yang dimiliki Desa Balung Lor sangat besar, baik sumber daya alam dan sumber daya manusia. Penduduk Desa Balung Lor terdiri dari suku Jawa, Madura, China, dan Arab.
Bahasa yang digunakan dalam kesehariannya yakni Bahasa Jawad dan Madura. Pertanian merupakan sektor utama mata pencaharian penduduk Desa Balung Lor.
Namun tak sedikit pula masyarakat juga memiliki usaha baik dibidang perdagangan maupun jasa atau layanan.
Pada masa pandemi covid-19, banyak dampak yang ditimbulkan salah satunya masalah perekonomian. Banyak usaha masyarkat yang pendapatannya mengalami penurunan sejak adanya pandemi covid-19. Salah satunya adalah Devi Aprilia pemilik usaha Toko Muzakki.
Bisnis online shop yang dijalankan oleh Devi Aprillia ini dimulai saat pemilik menduduki bangku sekolah yakni kelas 3 SMA pada tahun 2018 dengan menjual berbagai macam produk seperti fashion dan juga makanan.
Sejak pandemi ini, pendapatan yang diperoleh mengalami penurunan, hal ini membuat pemilik memikirkan inovasi produk fashion yang harganya bisa terjangkau oleh masyarakat namun tetap dengan kualitas bahan dan model produk yang bagus. Alhasil, pemilik Toko Muzakki ini mulai memfokuskan produk penjualannya pada produk thrift atau pakaian bekas.
Saat ini banyak kalangan yang senang dengan produk thrift bukan karena sebagian besar produknya masih bagus dan harganya murah. Tetapi produk thrif hanya ada satu model desain saja, sehingga terkesan unik dan terkadang juga bisa mendapatkan barang branded dengan harga yang sangat murah.
Toko Muzakki yang semula adalah sebuah online shop, saat ini mulai merintis untuk membuka toko secara offline. Namun, akibat pendapatan yang diperoleh mengalami penurunan, pemilik masih belum bisa membuka toko secara offline.
Akibat dari penurunan pendapatan sejak adanya pandemi covid-19 secara tidak langsung pemilik usaha dituntut harus kreatif dan inovatif dalam menyediakan produk dan terutama dalam segi promosi dan penjualan.
Namun permasalahan yang dihadapi pemilik usaha yakni masih kurangnya pengetahuan tentang penjualan secara digital marketing, oleh karena itu penulis ingin melaksanakan program kerja KKN yaitu melakukan labeling produk dan pelatihan konten marketing untuk mendukung katalog produk serta mengadakan pelatihan strategi pemasaran melalui sosial media dan E-commerce agar usaha yang dikembangkan dapat memperluas jangkauan pasar dan tentunya meningkatkan pendapatan dari penjualan.
Sumber : https://www.kompasiana.com/siti44383/61246ef201019011f500a8c3/mahasiswa-kkn-btv-3-unej-melaksanakan-program-optimalisasi-konten-marketing-dan-strategi-pemasaran-melalui-sosial-media-pada-produk-thrift-di-desa-balung-lor?page=2
Kreator: Siti Masrukha
.png)