B2B Marketplace Bantu Tingkatkan Efisiensi Ekonomi

 (kiri-kanan) Direktur Pemberitaan Grup Beritasatu Media Holding Primus Dorimulu, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Komunikasi dan Informatika Firlie H. Ganinduto, COO dan Co-Founder Ula Derry Sakti, dan Director Xendit Group Mikiko Steven dalam webinar “Membedah Potensi Pertumbuhan B2B Marketplace di Indonesia” yang digelar Beritasatu Media Holdings, 5 April 2022.

Bisnis marketplace terus berkembang pesat, apalagi di masa pandemi Covid-19 yang membuat masyarakat lebih memilih melakukan transaksi secara online. Marketplace yang sebelumnya lebih banyak menggunakan model bisnis business to customer (B2C) juga telah berevolusi menjadi business to business (B2B).

Seperti namanya, konsep bisnis B2B marketplace yaitu transaksi bisnis secara digital yang terjadi antara entitas bisnis satu ke bisnis lainnya. Dengan kata lain B2B marketplace adalah wadah bertemunya supplier dan pembeli seperti pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Director Xendit Group Mikiko Steven meyakini binis B2B marketplace punya potensi yang besar untuk terus berkembang karena membantu meningkatkan efisiensi ekonomi. Apalagi masih banyak celah di pasar yang kurang memberdayakan pelaku UMKM yang terkait dengan ketersediaan barang, transparansi harga karena banyaknya penengah, hingga efisiensi logistik.

“B2B marketplace memperkenalkan solusi dan inovasi untuk menjawab masalah-masalah tersebut, memfasilitasi UMKM dari sisi membeli barang dengan harga yang lebih transparan, dan juga logistiknya bisa lebih cepat,” kata Mikiko Steven dalam webinar “Membedah Potensi Pertumbuhan B2B Marketplace di Indonesia” yang digelar Beritasatu Media Holdings, Selasa (5/4/2022).

Salah satu pemain dari bisnis ini adalah Ula, platform B2B marketplace yang menghubungkan supplier dengan pembeli yang merupakan ritel tradisional. Di sisi supplier, Ula bekerja sama dengan ratusan supplier dan fokus pada beberapa kategori esensial seperti kebutuhan sehari-hari, pakaian, barang elektronik, hingga bahan makanan segar seperti sayuran sampai daging.

“Kami mempertemukan para supplier untuk bisa mendistribusikan barang mereka melalui platform kami kepada UMKM atau retail tradisional. Saat ini jumlah pengguna Ula sudah hampir 150.000,” kata COO dan Co-Founder Ula Derry Sakti.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Komunikasi dan Informatika Firlie H Ganinduto menambahkan, pekerjaan rumah saat ini untuk mengoptimalkan potensi B2B marketplace adalah dengan mengintensifkan program literasi digital, khususnya pada pelaku UMKM. Di Kadin sendiri, program tersebut rutin dilakukan di berbagai daerah.

“Persoalan utama kita adalah SDM kita. Banyak pelaku UMKM yang belum terlalu nyaman berinteraksi dengan teknologi, dengan aplikasi. Literasi digital ini harus dilakukan secara terus-menerus, supaya ada rasa confidence dari pelaku UMKM untuk melakukan transaksi di ruang digital,” ujar Firlie.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

Sumber : https://investor.id/business/289603/b2b-marketplace-bantu-tingkatkan-efisiensi-ekonomi

Popular Posts