Ingin Bijak Gunakan Media Sosial? Hindari Hal Ini

 Ilustrasi media sosial/konten digital. Sumber : Freepik

Pertumbuhan ruang digital tidak bisa dimungkiri muncul sebagai pendorong utama pertumbuhan di sektor ekonomi, budaya, media, dan pendidikan. Kendati demikian, terbukanya akses ruang digital bagi setiap orang juga menghadirkan berbagai tantangan termasuk penyebaran informasi tidak benar atau hoax yang dapat menimbulkan hal negatif.

Ada beberapa hal yang harus dihindari saat sedang menggunakan media sosial, apa pun itu. Gunakanlah media sosial dengan bijak, agar dapat mendatangkan hal positif.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut beberapa hal yang harus dihindari saat menggunakan media sosial. Dengan menghindari hal-hal tersebut, Anda dapat digolongkan sebagai pengguna media sosial yang bijak.

1. Jangan unggah informasi bersifat privasi
Mengunggah aib orang lain ataupun membocorkan kejelekan pihak lain di media sosial bukan lah hal yang baik. Setiap orang memiliki privasi yang tidak boleh dilanggar. Mengunggah privasi orang tanpa izin hingga merugikan pihak lain, adalah tindakan tidak terpuji.

2. Jangan asal post
Menggunakan media sosial harus didasari dengan pemahaman bahwa tidak semua berita yang tersebar adalah suatu kebenaran. Jangan asal mengunggah informasi berita yang belum jelas kebenarannya. Menyebar berita hoaks dapat memancing perselisihan di media sosial.

3. Jaga jari
Jaga jari saat mengetik berkaitan dengan etika komunikasi saat menggunakan sosial media. Jangan mudah terpancing hingga mengeluarkan kata-kata tidak pantas atau bahkan mengandung unsur penghinaan.

4. Jangan mudah tergiur
Jangan mudah tergiur berkaitan dengan banyaknya informasi hoaks yang berujung penipuan. Entah itu berkaitan dengan transkasi dagang atau bahkan donasi. Jika ingin melakukan transkasi pembelian, hendaknya dengan pihak yang sudah terpercaya.

Wahid Foundation sebagai organisasi masyarakat sipil berusaha melakukan upaya kontra narasi dengan menggagas langkah konkret dalam menyebarkan toleransi dan perdamaian dengan menonjolkan praktik-praktik baik di masyarakat. Kampanye yang bernama Salam Forum ini dilakukan bersama dengan 10 content creator dari kalangan tokoh, agama, media moderat dan aktivis perempuan.

Salam Forum merupakan kampanye hasil kerja sama Wahid Foundation, Google/YouTube, dan UNDP Bangkok Regional Hub dalam melindungi masyarakat khususnya anak muda di Indonesia dari konten berbahaya.

Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid menjelaskan bahwa pihaknya menyediakan program berbentuk mentoring untuk meningkatkan kemampuan para kreator dalam menyebarkan pesan-pesan damai di ruang digital.

“Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung peningkatan kemampuan para creators dalam menyebarkan pesan-pesan damai di ruang digital, kami menyediakan program fellowship berbentuk mentoring dan pendanaan awal dalam produksi video kampanye untuk perdamaian. Nantinya, video hasil kolaborasi dengan 10 content creator ini akan dapat di akses melalui kanal youtube oleh masyarakat di seluruh Indonesia,” kata Yenny Wahid dalam keterangan tertulis yang diterima VIVA, Selasa, 5 April 2022.

10 kreator yang terlibat di antaranya adalah Ar Rahim, Aswaja Dewata, Alif.Id, PW Pergunu, Islam Santun dan yang lainnya.

Sumber : https://www.viva.co.id/gaya-hidup/inspirasi-unik/1464123-ingin-bijak-gunakan-media-sosial-hindari-hal-ini?page=1&utm_medium=page-1

Popular Posts