Food Startup asal RI Green Rebel Raup Rp100 M, Siap Masuk Australia-Korsel

 Startup teknologi pangan Green Rebel berhasil mengantongi US$7 juta (sekitar Rp100,5 miliar) dalam pendanaan Pra-seri A dari Unovis dan Better Bite Ventures. Beberapa investor lain seperti Agfunder, Teja Ventures, CJ Group, serta investor angel asal Singapura Kane Lim ikut berpartisipasi.


Green Rebel akan mengalokasikan dana segar ini untuk inovasi riset dan pengembangan (R&D) serta meningkatkan produksi untuk ekspansi pasar baru, seperti Malaysia, Filipina, Korea Selatan dan Australia yang ditargetkan terlaksana pada akhir 2022.

Startup ini menawarkan solusi sumber protein alternatif pengganti susu, daging sapi dan daging ayam dengan memanfaatkan kedelai non-GMO, buncis, serta seitan gluten gandum. Beberapa produknya seperti Wholesale Chick’n, Wholesale Beefless, serta Wholesale Cheeze.

Selain menawarkan asupan rendah kalori, Green Rebel mengklaim setiap boks Beefless Meat dan Chick’n Meat yang disajikan berkontribusi mengurangi masing-masing sedikitnya 33,6 dan 1,4 kilogram karbon dioksida, sebagaimana disebutkan dalam laman perusahaan.

Dukung jurnalisme independen & berkualitas.
Baca juga: Peluang Food Startup: Data, Infografik, Pendanaan dan Sebagainya
Green Rebel fokus pada model penjualan business-to-consumer (B2C) dan business-to-business (B2B). Produknya saat ini telah tersedia di lebih dari 800 perusahaan makanan dan minuman, seperti Starbucks, Ikea, Domino’s, serta di hampir 100 jaringan mitra retail lokal.

Pada awal 2021, Green Rebel mengantongi pendanaan senilai US$2 juta (sekitar Rp28 miliar) dalam ronde tahap awal yang dipimpin Unovis dan Teja Ventures. Suntikan investasi itu dipakai untuk pengembangan produk serta modal perluasan jaringan reseller. Green Rebel Foods sudah bekerja sama dengan 20 reseller, termasuk Kem Chicks, Yummy Box dan Fitco.

(Diedit oleh Shanies Tri Pinasthi)

Sumber : https://id.techinasia.com/green-rebel-pra-seri-a

Popular Posts