Startup Marketplace dan SaaS Dropee Raih Pendanaan Rp100 Miliar

 Startup penyedia marketplace dan SaaS untuk segmen business-to-business (B2B) asal Malaysia, Dropee, mengantongi US$7 juta (sekitar Rp100 miliar), yang terdiri dari US$3 juta dalam bentuk ekuitas dan US$4 juta dalam bentuk utang.


Pendanaan putaran Seri A itu dipimpin oleh Vynn Capital. Investor lain adalah HCL Capital, Resolution Ventures, LKF Capital, existing investor Brama One Ventures, dan beberapa investor lainnya.

Didirikan pada tahun 2016 oleh Lennise Ng dan Aizat Rahim, Dropee menyediakan solusi satu pintu untuk para pemilik brand dan usaha grosir. Solusi yang ditawarkan mencakup manajemen pesanan online-to-offline (O2O) B2B, fitur mengumpulkan pembayaran otomatis dari pelanggan, memproses dokumen yang dibutuhkan, serta menyediakan layanan pembiayaan dan pinjaman.

Selain itu, Dropee juga menyediakan layanan yang menghubungkan pemasok dengan pemilik UKM, fitur untuk membandingkan harga, pemasok, dan produk di dalam satu platform, serta mengelola ekosistem pengadaan dan rantai pasok.

Layanan yang disediakan oleh Dropee sudah menjangkau dua pasar di luar Malaysia, yaitu di Indonesia dan Singapura. Pihak Dropee mengklaim telah memiliki 80 ribu bisnis UKM yang memanfaatkan layanannya dengan total nilai transaksi per tahun mencapai lebih dari US$100 juta atau setara Rp1,4 triliun.

Dengan suntikan modal yang diperoleh, Dropee berencana untuk mengakselerasi penawaran produk pembiayaannya kepada para pedagang grosir dan ritel dalam satu tahun ke depan. Upaya itu ditempuh melalui kerja sama dengan mitra strategis, termasuk bank daerah dan lembaga keuangan non-perbankan.

“Kami menggandakan upaya membantu usaha mikro dan kecil lokal untuk mengadopsi solusi digital. Dengan cara ini, mereka dapat menurunkan biaya operasional, memiliki lebih banyak akses ke layanan pembiayaan, dan memperpanjang umur bisnis mereka,” kata Lennise Ng, Co-founder dan CEO Dropee.

Popular Posts